Sejarah Ditemukannya Sofa Ruang Tamu

Kita menghabiskan waktu berduaan dan bersama sahabat dan keluarga di sofa ruang tamu.

Kita dan sahabat-sahabta kita menonton film, atau drama, atau apa reality show yang bisa kita tonton dan duduk dengan nyaman di sofa ruang tamu. Sofa ruang tamu la h yang menyelamatkan kita dari rasa penat saat pulang kerja atau setelah beraktifitas berat.

Jadi, mengingat sofa adalah bagian sentral dari kehidupan kita, sering dianggap remeh karena tidak begitu penting, dari mana datangnya penemuan luar biasa ini? Baiklah, mari cari tahu.

Sesungguhnya, kata “sofa” berasal dari tahun 2000 SM di Mesir, dan berasal dari kata Arab “suffah” yang secara kasar diterjemahkan menjadi “kursi”. Hanya orang-orang yang mampu dan berdarah bangsawan yanng bisa menikmati empuknya sofa selama ribuan tahun dan sofa dikala ini betul-betul nyaman, dengan bantal yang empuk dan empuk dan pegas baja yang kuat. Terang saja umat manusia sudah menjadi penggemar sofa selama bertahun-tahun.
Sayangnya, jauh di tahun 2000 SM, sofa ruang tamu cuma diaplikasikan oleh para firaun yang betul-betul kaya dan bangsawan sejenisnya. Orang-orang Romawi mulai merasakan segala manfaat sofa ruang tamu, padahal mereka lebih berbahagia duduk-duduk di atas sesuatu yang menyerupai bangku malas, umumnya sambil menggigit anggur dan dikipasi oleh budak berpakaian minim. Bangsa Romawi kelas bawah, secara harfiah diketahui sebagai ‘pleb’, cenderung meringkuk di kursi batu sebagai gantinya. Yang benar-benar sangat tidak nyaman.

Runtuhnya Kekaisaran Romawi pada abad ke-5 menandai diawalinya Abad Kegelapan. Jangka waktu di mana seluruh sesuatu yang bagus dalam kehidupan menjelang keadaan menurun. Sayangnya sofa ruang tamu termasuk menjadi punah, yang tak ada lagi di hampir segala wujud di luar kursi atau kursi santai selama hampir 1.000 tahun. Faktanya, baru pada akhir abad ke-16 pengrajin Eropa merapikan ulang dan menghidupkan kembali sofa ruang tamu sebagai tambahan yang nyaman untuk perumahan baru.

Tidak lama kemudian, para pengrajin Eropa mulai membuat sebagian desain sofa ruang tamu yang benar-benar luar biasa dan benar-benar kompleks, melainkan masih butuh sedikit waktu bagi mereka untuk mengejar ketertinggalannya di departemen kenyamanan. Pada awalnya, isian dari bantal sofa ruang tamu terdiri dari bahan yang tak lazim, seperti rambut kuda dan jerami. Para desainer hingga saat itu belum menemukan bahan yang pas untuk isi dari bantal sofa ruang tamu tersebut.

Pada 1800-an, pembuat furnitur seperti Thomas Chippendale mulai mengedarkan buku-buku pola yang menampakkan dan merekam desain pada zaman itu. Desain ini elegan dan fungsional, Chippendale lebih menyukai tempat duduk yang cukup dalam untuk dipakai sebagai tempat tidur terkadang. Mulai berangsur waktu, sofa ruang tamu berhenti menjadi barang yang hanya dimiliki oleh para orang kaya dan bangsawan. Sofa ruang tamu pun berhasil menjadi keperluan rumah tangga biasa.

Revolusi Industri menjadi kontributor utama untuk mempopulerkan sofa dikarenakan tekstil yang lebih murah tersedia dalam jumlah yang kian banyak. Penemuan kreatif dan produksi massal mesin jahit serta meningkatnya ketersediaan bagian bagian seperti baja untuk pegas meningkatkan kenyamanan dan keterjangkauan sofa. Hiasan kayu desain dekoratif menampilkan sistem untuk menjadi suite yang lebih populer dan lebih nyaman sepenuhnya berlapis.

Simak Juga : Recliner Sofa

Jadi alhasil sofa modern menjadi barang yang biasa di segala rumah tangga mulai dari kelas ningrat sampai kelas pekerja. Sementara permulaan abad ke-20 menyaksikan peralihan sofa dari pernak-pernik elitis menjadi barang-barang furnitur yang lebih praktis tersedia bagi banyak orang. Beberapa abad yang lalu mereka merasakan ledakan kreativitas. Desainer hebat seperti Le Corbusier dan Charles Eames merevolusi sofa modern yang menjadikan furnitur yang luar biasa cantik dan juga fungsional.

Peningkatan konstan dalam pembuatan kain dan penyamakan kulit serta kemajuan NASA dalam rekayasa busa sudah merubah sofa ruang tamu jadi lebih umum.

Dari awalnya  sofa dengan desain megah dan mahal. Kita kini mujur mempunyai segudang gaya, warna, dan bahan kulit untuk dipilih, dalam berbagai ukuran dan opsi daerah duduk. Yang sama bagusnya sebab duduk di kursi kayu dalam waktu yang lama, memang sangat tidak nyaman

Simak Juga : sofa minimalis terbaru

 

 

 

Posted In CategoriesSejarah