Sesuaikan Pendidikan dengan Potensi yang Dimiliki Anak

cambridge curriculum

Euforia hadirnya sekolah “berkelas internasional” makin kuat di Tanah Air. Dikala ini kian banyak bermunculan sekolah yang menawarkan cara pengajaran bermutu atau berstandar internasional di Indonesia.

Dengan embel-embel internasional itu, sebagian sekolah menambahkan kurikulum tertentu yang khas di luar kurikulum nasional. Sekolah-sekolah hal yang demikian memakai progres pelajaran dengan ciri khas masing-masing.

Berdasarkan praktisi pengajaran Bambang Irianto, hal yang perlu disadari ayah dan ibu yakni bukan cuma mencari sekolah yang bagus. Menurut utama untuk diingat yakni sistem sekolah hal yang demikian memberikan pengajaran cocok potensi si kecil menurut cara pengajaran yang ditawarkannya.

“Perjalanan pengajaran yakni perencanaan menyeluruh dan berkesinambungan atas level pengajaran yang akan dilewati si kecil, mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi,” ujar Bambang, Rabu (19/1/2016) lalu.

Berdasarkan ia, merencanakan perjalanan pengajaran semenjak dini akan menolong orang tua memberi bimbingan si kecilnya menerima pengalaman belajar yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian itu, orang tua bisa memberikan manfaat rentang panjang lebih maksimal pada si kecil.

“Salah satunya kans lebih besar untuk alternatif karir yang bagus. Saat itu, untuk memahami dan merencanakan perjalanan pengajaran  penting bagi orang tua, terutamanya dulu wajib dipahami keunikan cara pengajaran di Indonesia dikala ini,” katanya.

Dikala ini, secara lazim di Indonesia berkembang empat cara pengajaran yang diakui dan sudah diaplikasikan.

Metode cara pengajaran dengan karakteristik dan sistem pendidikan masing-masing itu akan menjadikan generasi penerus dengan potensi yang berbeda, adalah:

 

1. Sistem Pendidikan Eropa – International Baccalaureate (IB) 

International Baccalaureate (IB) yakni rangkaian cara pengajaran yang bisa memenuhi keperluan pengajaran si kecil semenjak umur 3 sampai 19 tahun.

Tak pengajaran ini menerapkan kurikulum secara luas dan mensupport pengendalian materi yang berimbang, termasuk pemusatan pelajaran pada siswa dan penekanan pada konteks global. IB school jakarta sudah banyak yang membuka sistem pendidikan ini.

Tak ini juga menstimulus siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan mempunyai antusiasme belajar dan empati yang tinggi.

Sebuah riset skala global mencatat bahwa sekolah-sekolah IB diukur paling tepat sasaran untuk mengoptimalkan para jebolan secara matang dengan adanya kombinasi sumber energi kurikulum di luar yang disediakan oleh IB.

Manoharan Karthigasu, salah satu praktisi pengajaran di Indonesia yang mempunyai pemahaman mendalam mengenai cara pengajaran International Baccalaureate (IB), mengatakan bahwa cara pengajaran ini bertujuan untuk mengoptimalkan siswa dengan tingkat pengetahuan luas. Dalam hal ini siswa yang berkembang bagus secara jasmani, intelektual, emotional dan sopan santun.

“Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat, percaya diri serta mengajar siswa untuk berani mengemukakan pendapatnya. Pada cara ini, siswa disupport untuk bisa menerapkan apa yang mereka pelajari dengan apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Menurut ini membikin cara belajar mendidik lebih kontekstual dan secara pribadi bermakna bagi si kecil,” kata Manoharan.

Manorahan menambahkan, cara ini siswa juga dididik untuk menganalisis berita-berita yang berkembang dan bagaimana berita hal yang demikian memberikan imbas terhadap dunia.

Sejak cuma itu. Siswa juga belajar memahami bagaimana berita hal yang demikian bisa berhubungan satu sama lain; memungkinkan siswa untuk mengoptimalkan pola pikir dan perspektif secara global.

 

2. Sistem Pendidikan Pengajaran Nasional di Indonesia 

Indonesia mempunyai cara nasional pengajaran tersendiri yang memakai mesti belajar 12 tahun, adalah 9 tahun pengajaran dasar mencakup 6 tahun di sekolah dasar, dan 3 tahun di Sekolah Menengah Pertama, serta 3 tahun di Sekolah Menengah Atas.

Tak pengajaran yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan ini mengoptimalkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, yang berarti aspek intelektual, spiritual, dan personal bagi si kecil akan menjadi perhatian.

Selain, semenjak dua dekade terakhir sekolah nasional yang mengadopsi juga kurikulum lain seperti Cambridge dan lainnya.

 

3. Sistem Pendidikan UK – Cambridge 

Britania Raya atau Inggris yakni rumah bagi sebagian perguruan tertua di dunia, antara lain Cambridge (1209) dan Oxford (1096). Sejak heran, Inggris mempunyai cara pengajaran yang paling mengakar di dunia.

Metode 1880 Inggris melegalkan program mesti belajar untuk si kecil umur 5 sampai 10 tahun. Pada 2013 cara pengajaran di negara ini Inggris kemudian menambah batas umur mesti belajar sampai umur 18 tahun. Tak hal yang demikian diukur sudah memenuhi keperluan pengajaran si kecil dari umur 6 sampai 18 tahun atau semenjak tingkat dasar sampai universitas.

Tak pengajaran berdurasi 16 tahun ini mempunyai penekanan pada pengendalian materi mata pembelajaran dan keahlian sebagai konsentrasi utama serta pengakuan kualifikasi ternama termasuk sertifikasi PSLE, O tahapan, dan A tahapan. Ketiganya diakui secara internasional di seluruh sekolah dan perusahaan berhubungan.

Tak heran cambridge curriculum sekarang banyak yang menerapkan sistem pendidikannya, terutama di negara-negara maju yang ada di seluruh dunia.

 

4. Sistem Pendidikan Amerika 

Kurikulum yang ditekankan pada cara pengajaran ini yakni pada pelajaran kontekstual lewat kesanggupan persoalan solving dan konsentrasi pada Science, Technology, Engineering, Art dan Math (STEAM).

Penekanan yang diterapkan bervariasi dan mempunyai berbagai kesamaan dalam hal pendekatan luas pada gaya belajar dan pengendalian materi.

Tak Amerika bisa memenuhi keperluan pengajaran para siswanya semenjak umur 3 hingga 18 tahun, yang diukur sebagai dikala yang pas terjadinya pengembangan pengetahuan, kognitif dan sosial yang berimbang. Pendidikan itu, lewat sebuah trek inovatif, siswa bisa mempersingkat sempurna durasi belajar menjadi cuma 14 tahun.

 

Alternatif, seiring era globalisasi, pelajar Indonesia dihadapkan pada keadaan wajib sanggup berkompetisi secara internasional. Sebagai pengingat, Indonesia dikala ini menduduki posisi terakhir dari 40 negara yang diukur dalam hal pencapaian pengajaran berdasarkan Laporan The Learning Curve Pearson 2014.

Pendidikan itu, Indonesia menduduki peringkat ke-64 dari 65 negara pada peringkat pengajaran global PISA dalam hal matematika, sains dan membaca.

Untuk menjawab tantangan itu, telah saatnya generasi muda Indonesia dibekali cara pengajaran yang cocok guna menyusun mereka menjadi generasi yang siap kerja dan menghadapi tantangan global hal yang demikian.

“Layanan pengajaran ini akan memberikan imbas yang bagus pada orang tua untuk mempertimbangkan mana yang cocok dengan potensi si kecil-si kecilnya. Saat alternatif itu akan menetapkan perjalanan pengajaran yang dicapai dan berimbas optimal,” kata Bambang.

Posted In CategoriesPendidikan