Asyiknya, Tamatan Sekolah Bisa Studi ke Jerman

Sejumlah pelajar alumnus SMA di Depok memilih melanjutkan studi dengan terbang ke luar negeri. Kali ini negara yang dipilih adalah negara Jerman.

Mereka adalah Ayu Nurdininsi alumnus SMAN 2 Depok, Alifta Rizki P alumnus SMAN 2 Depok, Dyah Ayu K alumnus SMAN 2 Depok, Sherly Amelia Kana alumnus PSKD Depok, Annisa Nur Madjina alumnus SMAN 3 Depok, dan Stephany Monica alumnus PSKD Depok. Cita – cita mereka rata-rata adalah berharap menjadi pengusaha atau pebisnis handal.

“Kami pilih Jerman sebab disana juga tarif kuliah dari pemerintahnya nol persen, cuma-cuma, namun cuma tarif hidup Rp5 juta-Rp7 juta, dan kami akan kerja part time,” kata salah satu siswa, Rizki di Depok.

Menurutnya untuk kuliah di Jerman wajib 13 tahun pengajaran dasar. Sebab itu mereka wajib meniru pengajaran penyetaraan terutama dulu.

“Sekiranya di Jerman wajib via kuliah penyetaraan. Satu tahun belajar bahasa Jerman dan adat istiadat, lalu kuliah 6 semester paling kencang. Masing-masing dari kami inginnya pilih jurusan teknik industri dan arsitek Arsitek, di Jerman lebih murah, tepat untuk pelajar. Dapat pilih kampus di KIT atau Studgart atau RWTH university daerah kuliah pak Habibie,” katanya.

Mendengar hal itu, Dinas Pengajaran Kota Depok menyambut bagus dengan memberikan dukungan moril terhadap mereka. Kepala Dinas Pengajaran Kota Depok Hery Pansila minta segala generasi muda yang mencapai studi di negeri orang wajib konsisten cinta produk Indonesia dan menjaga nama bagus bangsa.

“Mesti jadi orang yang tangguh. Pantang menyerah, cerdas atau terampil saja tidak cukup untuk hidup di luar negeri. Penjualan narkoba hati-hati menghadapi itu, sebab bebas,” terang Hery.

Hery menambahkan kecuali memberikan semangat pihaknya juga memberikan uang saku terhadap mereka. Pihaknya juga akan memfasilitasi kemudahan akomodasi bagi calon mahasiswa di Jerman kalau kesusahan memilih daerah tinggal.

“Ini sekedar format dukungan dengan uang saku, kalau kesusahan kita akan coba buka jaringan ke sana. Kami sendiri ada jaringan ke Belanda, Jerman masih sama. Hamburg juga ada, kesusahan pertama itu disana pasti bahasa,” paparnya.

 

 

 

Perayaan Rabu Abu di Saint Monica Jakarta School

Hari Rabu tanggal 14 Februari yaitu tanggal yang diperingati oleh segala umat Kristiani sebagai hari Rabu Abu. Hari Rabu Abu ini yakni hari pertama Masa Prapaskah sebagai liturgi tahunan gereja, yang membuktikan bahwa kita sudah menjelang masa tobat 40 hari sebelum Paskah, yang akan jatuh pada tanggal 30 Maret 2018 nanti. Hari Rabu Abu ini yakni penanda bagi para umat Kristiani sebagai permulaan masa Pra-Paskah, waktu pertobatan dan refleksi selama 40 hari yang memperingati pencobaan dan pergumulan yang dihadapi Yesus di padang pasir dalam bentang waktu yang sama.

Hari Rabu Abu ini umumnya diperingati dengan pemberian pertanda berupa abu berbentuk salib di dahi orang-orang Kristiani. Dalam gereja-gereja di segala dunia, abu yang disematkan pada dahi orang-orang Kristiani ini yakni hasil pembakaran daun palem yang dicampur dengan air atau minyak suci, lalu dikasih dalam bentuk berbentuk pertanda salib di dahi para umat. Praktik menandai dahi dengan abu ini yakni sebuah simbol tobat, berduka cita, dan kematian yang pada mulanya dikerjakan oleh Gereja Katolik Roma.

Di Indonesia sendiri dalam praktiknya pada sekolah-sekolah Katolik, kebanyakan sekolah Katolik meliburkan siswa siswinya untuk mencontoh misa bersama dengan keluarga masing-masing. Melainkan, panorama berbeda terjadi di Saint Monica Jakarta School. Saint Monica Jakarta School justru mengajak para siswanya untuk mencontoh misa bersama di gereja sehingga para siswa konsisten masuk ke sekolah untuk pengikuti pelaksanaan belajar-mendidik yang kemudian dilanjutkan dengan misa bersama untuk memperingati Hari Rabu Abu.

Sebagai salah satu sekolah Katolik bertaraf International di Indonesia yang menjunjung tinggi skor-skor agama dan selalu memberikan pendidikan Katolik berkwalitas tinggi dalam menghasilkan pemimpin sejati dengan nilai holistik dalam aspek intelektual, emosionil, spiritual, sosial, lahiriah, dan karakter, Saint Monica Jakarta School mengajak para siswanya dari Taman Kanak-Kanak (Preschool) hingga Sekolah Dasar (Primary) untuk berperan aktif dalam kesibukan keagamaan. Malah dalam kesempatannya merayakan Hari Rabu Abu ini, para siswa dan siswi dari Saint Monica Jakarta School mendapatkan peluang untuk menumbuhkan imannya lewat kesibukan pelayanan di gereja seperti terlibat dalam koor atau paduan bunyi, konduktor, pembaca doa, pembawa persembahan, dan lainnya.

 

Wow, Sekolah Asrama akan Dioptimalkan di Papua

Salah satu sekolah di Kabupaten Asmat, Papua.International School Jakarta – Berdasarkan Bambang, sekolah berpola asrama ialah salah satu upaya untuk bisa meningkatkan angka partisipasi sekolah.

Situasi geografis yang relatif susah di Papua menyebabkan banyak siswa sekolah

Yang wajib mencapai perjalanan jauh untuk sekolah. Kecuali itu, lokasi kampung-kampung yang tersebar di berjenis-jenis kawasan mengakibatkan pembangunan pengajaran susah untuk dijalankan.

IASA ialah asosiasi akademisi diaspora Indonesia di Amerika Serikat yang mempunyai perhatian dan dedikasi untuk ikut serta membangun Papua dan Papua Barat layak dengan bidang yang digeluti oleh masing-masing member. Bambang menyambut positif kontribusi IASA dalam membangun Papua. Berdasarkan Bambang, sejumlah tantangan hal yang demikian selama ini membikin hasil pengajaran di provinsi paling timur Indonesia belum maksimal.

“Itu tak kita inginkan. Kita mau 20 persen anggaran pengajaran yang menjadi janji pemerintah dalam APBN dapat memberikan output maksimal,” ujar Bambang.

Bambang mengaku, konsep hal yang demikian telah dikerjakan oleh Kemendikbud. Akan tapi, IASA akan memberikan tambahan dengan menunjang sekolah berasrama memberi pengajaran yang menyeluruh secara khusus di luar jam sekolah. Dia mengaku, ke depannya akan diberi pengajaran karakter dan keterampilan layak kearifan lokal seperti pertanian dan peternakan. Tidak cuma itu, dalam rangka menyongsong era komputerisasi, para murid juga akan diberi pengajaran mendalam berhubungan teknologi info.

Chairman IASA Edward Wanandi mengatakan, terdapat 82 profesor diaspora Indonesia di AS yang mengucapkan berminat untuk terlibat dalam program hal yang demikian. Dari jumlah itu, 25 profesor mengucapkan siap untuk terlibat aktif dan turut mengerjakan program yang telah direncanakan semenjak Maret 2016.

Program IASA akan diawali pada tahun ajaran 2018/2019. IASA akan berprofesi sama dengan sekolah-sekolah yang ada di kawasan target. “Kita akan berprofesi sama dengan sekolah yang telah ada dan bukan dibangun baru. Jadi, kita mencoba memandang kelemahan dan kekurangan yang ada,” ujar Edward. – International School In Jakarta

Mengetahui Cara Pengajaran Kurikulum Cambrige Di Indonesia

 

International School Jakarta – Dalam kesibukan belajar mendidik disekolah tak lepas dari kurikulum. Pada lazimnya, tiap sekolah akan mengaplikasikan kurikulum nasional yang telah ditentukan oleh Kementerian Pengajaran oleh Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan (Kemdikbud). Dikala ini, kurikulum yang berlaku disekolah yaitu KTSP dan Kurikulum 2013 yang mulai berlaku pada pertengahan tahun 2016 lalu.

 

Dibeberapa sekolah terdapat berjenis-jenis kurikulum yang mereka pakai demi melengkapi kwalitas belajar para siswanya. salah satunya dengan mengaplikasikan kurikulum international untuk melengkapi pelajaran para siswa. Kurikulum hal yang demikian dikasih nama. Yaitu Kurikulum Cambridge atau Cambridge International A tingkatan.

 

Ben Schmidt, Regional Director for Southeast Asia & Pasific Cambridge International Examinations, dalam sebuah media briefing, Mengatakan bahwa “Kurikulum Cambridge International A Tingkatan Mempersiapakan para pelajar untuk di masa depan, dan terutamanya dalam menghadapi msyarkat global,”

 

Dalam program Kurikulum hal yang demikian, Ben Schmidt mengatakan, bisa menjamin empat hal, adalah kefasihan bahasa inggris, metode pandang internasional, pengajaran yang terkini dan modern, dan bisa memberikan kans kuliah dikampus terbaik didunia. Padahal demikian, kurikulum internasional yang ditawarkan Cambrigde konsisten akan melihat aspek kelokaan Indonesia.
Dianindah Apriyani, Senior Manager Cambridge International Examinations for Indonesia, Menjelaskan bahwa “Sekolah yang mengabungkan Kurikulum Nasional dan Cmbridge audah dapat mengakomodasikan dua kurikulum hal yang demikian. Mereka telah punya pemetaan dalam kurikulum sehingga tak ada tumpang tindih,”

 

Dan salah satu keunggulan dari kurikulum Cambridge ini, adalah melatih siswa berdaya upaya kritis, dan analisa, termasuk kecakapan presentasi para siswa sampai menuntaskan keadaan sulit. Sehingaa, bisa diinginkan para siswa menjadi lebih percaya diri dalam berbincang-bincang didepan biasa.
Kecuali itu juga “Para siswa bisa memilih pembelajaran yang memang diminati dan dikendalikan dengan bagus oleh para siswa. Dan pemakaian kurikulum ini sepenuhnya dikuasai oleh masing-masing sekolah”

 

Dan dalam implementasi kurikulum Cambridge, Dian memaparkan “Implementasi kurikulum ini tergantung pada pada sekolah masing-masing. Dan lazimnya pembelajaran yang paling populer yang dimabil yaitu matematika, fisika, kimia dan ekonomi. Dan kamipun tak memaksakan sekolah melegalkan kurikulum Cambridge, tetapi pada dikala yang paling banyak dalam menggunakan kurikulum ini yaitu sekolah swasta.

 

Dan dikala ini ada terdapat International Schools In Jakarta yang telah menggunakan cara kurikulum Cambridge, adalah Ichthus School yang sudah menggunakan cara kurikulum Cambridge dengan perpaduan kurikulum nasional. Silahkan kunjungi www.ichthusschool.com untuk isu lebih lanjut.