Pengusaha Industri Besi Baja Indonesia Resah Terkait Perang Dagang AS – China

Pengusaha Industri Besi Baja Indonesia Resah Terkait Perang Dagang AS - China

Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) mengaku sedikit kuatir dengan potensi berlimpahnya besi baja asal China dikarenakan dampak perang dagang Amerika-China. Direktur Eksekutif IISIA Hidayat Triseputro mengatakan, pihaknya sedang mencari metode untuk mencegah limpahan impor besi baja dari China.

Adapun, metode yang dimaksud merupakan kontrol produk berstandar nasional Indonesia (SNI) dan pelarian HS number (kode kepabeanan), peningkatan pemakaian produksi dalam negeri (P3DN), tingkat bagian dalam negeri (TKDN), trade remedies dan lain-lain.

Baca Juga: https://solusibaja.co.id/produk-produk-besi-baja-dan-logam/besi-beton/

“Ya kita sedang mengantisipasi lah, dan juga komuniskasi dengan pemerintah, via beragam aturan yang terus diupayakan,” katanya, Selasa (19/6/2018).

Ia mengatakan, dalam kondisi ini, pihaknya akan mencoba untuk melindungi pangsa pasar dalam negeri khususnya dulu.

Sebab utiliasasi kapsitas industri besi baja ketika ini masih 50%, yang artinya produk impor akan membikin industri dalam negeri makin tak tepat sasaran.

“Untuk baja-baja konstruksi, ini segment pasar terbesar, kita punya kapasitas lebih dari cukup,” katanya.

Seperti dikenal, aksi retaliasi biaya impor antara AS dan China berlanjut padahal keduanya sudah bersua untuk menegosiasi kebijakan dagang masing-masing belum lama ini.

Seperti diiketahui ada Senin (18/6/2018), Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mengaplikasikan biaya impor sebesar 10% atas barang-barang China yang bernilai US$200 miliar, sebagai balasan atas keputusan China menaikkan biaya impor atas produk AS.

 

Baca Juga: https://solusibaja.co.id/produk-produk-besi-baja-dan-logam/wire-mesh-wiremesh/

Posted In CategoriesBisnis